GOOSEBUMPS: A CAMPY, FUN-PACKED AND NOSTALGIC FAMILY ENTERTAINMENT

GOOSEBUMPS

Sutradara: Rob Letterman

Produksi: Sony Pictures Animation, Village Roadshow Pictures, LStar Capital, Original Film, Scholastic Entertainment, Columbia Pictures, 2015

goosebumps

            Siapapun yang tumbuh besar di era ’90-an pasti tahu ‘Goosebumps’ plus logonya yang legendaris itu. Bagi banyak orang, horror novel series itu mungkin dianggap ada di pangsa remaja, namun sebenarnya, di negara asalnya, buah karya R.L. Stine yang dianggap sebagai ‘Stephen King of children’s literature’, seperti gelar ini, ada di pengelompokan literatur anak-anak. Begitu populernya novel series yang pertama kali dirilis tahun 1992 ini hingga sempat dijadikan serial televisi dari 1995-1998 yang masih di-re-run serta menghasilkan merchandise, dengan angka penjualan cukup fantastis sebagai salah satu patokan bestseller dari New York Times list dalam terjemahan ke dalam lebih dari 32 bahasa, salah satunya tentu saja Indonesia yang masih dicetak ulang sampai sekarang.

            Rencana adaptasi layar lebarnya pun sebenarnya sudah dimulai sejak lama dengan nama Tim Burton sebagai sutradara namun terus terkendala hingga rights-nya berpindah dari Fox ke Columbia. Salah satu nama produser televisinya yang sekarang sudah jadi A-list Hollywood producer, Neal H. Moritz, tetap ada di kursi yang sama bersama Deborah Forte. Dan berbeda dari pendekatan novel serta TV seriesnya, atas ide dari duo penulis skrip awal Scott AlexanderLarry Karaszewski dari franchiseProblem Child’ dan sejumlah film Tim Burton seperti ‘Ed Wood’ & ‘Big Eyes’, ‘Goosebumps’ versi layar lebar ini memang digagas seolah sebuah meta atau love letter yang bahkan menampilkan karakter sang kreator, R.L. Stine – sebagai sentralnya.

            Darren Lemke yang akhirnya menulis draft terakhir tetap mempertahankan gagasan ini, and like we all knew, Jack Black-lah yang didapuk untuk memerankan Stine, walaupun sebagai fictional biographical film, sosoknya tak benar-benar menyamai Stine. On more important notes, seperti status novel series-nya sebagai children’s literature, walau tetap ada di batas blur dengan pangsa remaja, oleh sutradara Rob Letterman dari filmanimasi SonyShark Tale’, DreamWorks‘ ‘Monsters & Aliens’ dan live actionGulliver’s Travels’ yang juga dibintangi Jack Black, ‘Goosebumps’ memang dibentuk sebagai sebuah family entertainment. Blockbuster dengan pure fun atmosphere yang sangat terus-terang.

             Zach Cooper (Dylan Minnette) yang mengikuti ibunya, Gale (Amy Ryan) untuk pindah dari New York ke kota kecil Madison, Delaware, seketika mendapati aura misterius dari tetangga barunya, gadis cantik bernama Hannah (Odeya Rush) dan ayahnya ‘Mr. Shivers’ (Jack Black), seorang penulis yang terang-terang melarang Zach mendekati Hannah. Bersama siswa geek, Champ (Ryan Lee), teman baru di sekolahnya, Zach yang penasaran dan sempat dituduh melakukan laporan palsu ke polisi atas jeritan Hannah yang didengar mereka lantas nekat menerobos masuk buat membuktikan kecurigaannya dan secara tak sengaja membuka kenyataan mengejutkan dari menuskrip buku-buku Shivers. Now, with all the monster characters from the books become alive and runs amok, dari Abominable Snowman, Werewolf, The Mummy, The Lawn Gnomes, Giant Mantis, Invisible Boy, Graveyard Ghouls dan Slappy the Dummy, semua dari classic seriesGoosebumps’, Madison pun berada dalam keadaan bahaya dibalik identitas rahasia Mr. Shivers sekaligus eksistensi Hannah yang sebenarnya.

                Hal paling menarik dari ‘Goosebumps’ jelas ada pada wujud adaptasinya sebagai sebuah meta dari hampir keseluruhan serial novel yang menampilkan tak hanya karakter-karakter pentingnya tapi juga R.L. Stine berikut sedikit trivia yang memuat latar motivasinya. Dan gagasan ini dibalut Letterman dari skrip final Darren Lemke dengan visi fantasi yang punya tone sangat nostalgik bak creature features Hollywood era ’50-‘60an dalam racikan petualangan seru di atas template tipikal yang membaurkan batas fiksi dan kenyataan. Mereka tak pernah bermaksud menggeser tone-nya ke ranah horor atau membuatnya jadi komedi berlebih atas nama Jack Black, melainkan luarbiasa campy dalam penyajian creature looks serta semua cartoonish characters ke twists and turns-nya, which nevertheless, sangat seru, dan sebenarnya bisa jauh lebih lagi kalau saja presentasi 3D-nya tak berakhir sebagai sekedar gimmick.

               Setelah penampilannya di beberapa film terakhir yang membuat pamornya sedikit turun, Jack Black juga ternyata menjadi pilihan tepat sebagai titik sentral penggabungan elemen-elemen source-nya sekaligus voiceover Slappy the Dummy yang juga merupakan salah satu spesialisasi Black di style komediknya. Di lini keduanya, ada Dylan Minnette dari Disney’s ‘Alexander the Terrible, Horrible, No Good, Very Bad Day’, Ryan Lee, Amy Ryan dan Jillian Bell, namun yang benar-benar menarik perhatian adalah Odeya Rush dari ‘The Giver’ sebagai Hannah dalam suntikan kecil romantic atmosphere ke tengah-tengah fantasi seru ini.

          Selebihnya, yang juga patut mendapat kredit dalam bangunan atmosfer campy serta nostalgik tadi adalah sinematografi DoP senior asal Spanyol peraih 6 Goya Awards, Javier Aguirresarobe yang paling dikenal lewat kiprahnya di franchiseTwilight’, dan tentu saja scoring dari Danny Elfman. Tak ada mungkin yang lebih pas dari Elfman untuk masuk dengan blend sempurna ke wilayah-wilayah semacam ini untuk membangun fantastic feel-nya.

          Selagi buat sebagian orang ‘Goosebumps’ mungkin tak lebih dari sekedar family entertainment yang terasa childish tanpa konten lebih, bagi yang pernah atau benar-benar menelusuri source novel series R.L Stine lebih lagi, ‘Goosebumps’ sudah sangat berhasil menyajikan feel yang tepat dari semua elemen-elemennya. A campy, fun-packed and nostalgic family entertainment. Seru! (dan)

~ by danieldokter on October 17, 2015.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: