ZOOTOPIA: FINDING GOOD BALANCE IN FAMILY ANIMATED MOVIES

ZOOTOPIA

Sutradara: Byron Howard, Rich Moore & Jared Bush

Produksi: Walt Disney Pictures, Walt Disney Animation Studios, 2016

Zootopia

            Perkembangan sinema sekarang agaknya sudah membawa perubahan persepsi dalam karya-karya animasi, termasuk juga dalam pola-pola jualan serta effort-effort tiap studio yang menitikberatkan fokus-fokus berbeda ke dalamnya. Benar bahwa animasi tak selamanya diperuntukkan untuk tontonan keluarga atau segala umur, namun bicara dalam konteks blockbuster animasi, like it or not, studio marketing memang menjual kontennya seperti itu. Selagi DreamWorks, Fox dan sebagian besar lainnya mungkin bermain di ranah konvensional dan cukup aman sehingga dipandang childish bagi pemirsa dewasa, sementara Pixar merambah kekuatan inovasi dalam plot dan presentasi visual, Disney dalam skup terbesar genre ini, walau tetap membawa nama John Lasseter sebagai talenta kreatif tertinggi Disney ke dalamnya, tetap berdiri di atas keseimbangan lebih dari yang lain. Look around you, and you might get it. Lihat perbandingan usia crowd penonton di tiap film animasi dari masing-masing studio tadi. Selagi film-film Pixar belakangan kerap lebih dipenuhi penonton yang mengarah ke usia dewasa dan lainnya lebih dipenuhi anak-anak, ada age diversions yang lebih seimbang di film-film Disney-non-Pixar.

            However, ‘Zootopia’ memang digagas dengan effort lebih lagi, dan sedikit berbeda buat menghadirkan keseimbangan itu. Like finding a good balance in a family animated movies, wujudnya boleh kembali ke sebuah fabel yang lebih akrab ke pemirsa belia, tapi porsi racikan buat menambah dayatarik bagi pemirsa dewasa-nya terasa sekali mengalami peningkatan. Disguised itself as a cop thriller, subgenre animasi yang mungkin masih jarang-jarang sekali tersentuh animasi segala umur (well, ‘The Great Mouse Detective’ – dalam banyak detil beda dan lebih ke style detektif ala Sherlock Holmes mungkin termasuk salah satunya), bukan berarti ia jadi kehilangan benang merah untuk bisa dinikmati pemirsa kanak-kanak, dari sematan pesan-pesan universal self development terms-nya termasuk elemen penting animasi Disney-non Pixar yang baru saja kembali ke puncaknya lewat ‘Frozen’. Catchy theme song, yang di sini membawa Shakira lewat lagu yang ditulis oleh Sia dan Stargate, ‘Try Everything’.

            Dalam dunia fabelnya, ‘Zootopia’ yang seolah membentuk penggabungan atmosfer fabel dan ide (sedikit) satirikal soal utopia – tatanan masyarakat sempurna lewat gambaran kota metropolis impian bernama sama (di beberapa negara film ini diedarkan dengan judul ‘Zootropolis’), mengisahkan female bunny idealis Judy Hopps (disuarakan Ginnifer Goodwin) dari desa Bunnyburrow yang mengejar mimpinya tentang keadilan di antara spesies-spesies hewan lain, memasuki akademi polisi dan bergabung ke Zootopia Police Department. Sayang, ia harus berhadapan dengan kenyataan di Zootopia yang jauh berbeda dari idealismenya. Ditugaskan sebagai polantas parking officer oleh Chief Bogo (Idris Elba) yang tak yakin dengan spesiesnya sebagai polisi kelinci pertama, kerap dimarahi publik, ia juga ditipu mentah-mentah oleh rubah penipu Nick Wilde (Jason Bateman) yang luarbiasa manipulatif. Usahanya menangkap musang Duke (Alan Tudyk) malah berujung pada kekacauan yang membuat Bogo murka, namun lantas mendapat support dari wakil walikota, domba Dawn Bellweather (Jenny Slate) untuk membantu berang-berang Mrs. Otterton (Octavia Spencer) yang tengah mencari suaminya yang hilang secara misterius bersama sekelompok spesies lain. Diberi waktu 48 jam oleh Bogo, Judy terpaksa meminta bantuan Nick terhadap kasus yang akhirnya membawa mereka ke sebuah konspirasi pelik atas eksistensi Zootopia yang tak pernah mereka bayangkan sebelumnya.

            Kolaborasi cerita, skrip dan penyutradaraan dari 3 talenta Disney ; Byron Howard (animator ‘Mulan’, ‘Lilo & Stitch’ & ‘Brother Bear’ serta co-directorBolt’ & ‘Tangled’), Rich Moore (‘Wreck-it Ralph’) dan Jared Bush (creative head di ‘Big Hero 6’) memang mengemas ‘Zootopia’ menjadi sebuah fabel yang jauh lebih berisi dari subgenre sama yang pernah ada dari Disney. Bukan hanya samaran teratasnya adalah sebuah buddy movie – cop thriller penuh twist plusGodfathertribute lewat karakter Mr. Big (disuarakan oleh Maurice LaMarche) – elemen yang sulit kita bayangkan bisa ada di sebuah animasi keluarga, tapi lebih lagi, menyemat aspek-aspek lain dalam plot yang sangat relevan tentang prejudism, racism dan ideologi-ideologi sejenis yang tengah jadi isu besar di balik segudang masalah humanitas dunia kita sekarang.

            Begitupun, bukan lantas ia jadi serba pretensius dan dipenuhi oversimplifikasi menggelar pendekatan satir dan metafora kritik-kritik sosialnya. Keputusan untuk mengemasnya sebagai sebuah fabel justru menghaluskan ide itu untuk bisa sampai ke hampir semua layer usia pemirsanya, membuat lintas umur pemirsa itu bisa belajar bersama soal toleransi dan interaksi sosial dalam harapan-harapan ‘building our world as a better place’, all in a fun ways tanpa harus mencari-cari kesedihan dan pendekatan depresif di ujung manapun dari keseluruhan storytelling-nya. Selagi pemirsa dewasa dibawa ke sebuah cop thriller kompleks berisi elemen-elemen sci-fi kontemporer/non futuristik serta whodunit theme dengan sematan-sematan buddy action seru buat jembatannya, bangunan karakterisasinya mereka gagas bak sebuah Zoology Class buat pemirsa belia-nya.

         Selain membuat mereka sibuk mengenali hewan-hewan bukan hanya sekedar tampilan tapi juga ke detil sifat dan ragam pembagian spesiesnya, ada pula profession roleplay dan introduksi ala KidZania sebagai self development program yang asyik ke tengah-tengahnya. Di atas semuanya, tampilan fabelnya juga berada pada balance yang bagus. Tampilan Judy serta all-ages charming chemistry-nya dengan Nick (shaped over homages to Disney’sRobin Hoodclassic fable) yang disuarakan dengan sempurna oleh Ginnifer Goodwin dan Jason Bateman membentuk blend bagus dengan karakter-karakter lebih dewasa dari Idris Elba, J.K. Simmons (Mayor Lionheart) dan wolfpack dengan funny references di porsi villain’s henchmen-nya, sementara masih ada seabrek nama-nama terkenal – ini agak tidak seperti Disney biasanya – dari Octavia Spencer, Bonnie Hunt, Tommy Chong, Alan Tudyk dan Kristen Bell, sambil tetap diselingi detil visual animasi luarbiasa cantik di atas gambaran fabel antar spesies yang sangat colorful. Gimmick 3D-nya tak begitu penting, tapi tetap punya excitement yang beda. Jangan lupa juga elemen musik sebagai ciri khas studio-nya tetap muncul sebagai sebuah selebrasi meriah bersama scoring bagus Michael Giacchino dan tampilan Shakira sebagai pop-star antelop Gazelle di guliran end credits-nya.

           So, inilah lagi-lagi dominasi Disney yang tetap bisa membuatnya jadi pemain terbesar di ranah serta genre-nya. Creative approach dan inovasi-nya boleh ke mana saja, tapi mereka tetap punya garis batas untuk membentuk sebuah balance yang baik bagi sasaran marketing-nya; that’s family and all ages-audience ; untuk bisa belajar dan bermain menikmati keseruan bersama-sama. Menyamar di balik cop thriller serba gritty, buddy movie yang terkadang bisa sangat serius bahkan bicara tentang sains serta batasan spesies predator, tak lantas menjadikan ‘Zootopia’ sebuah hiburan yang jatuh jadi menjemukan, tapi justru super fun. Bahkan sekuens panjang Judy dan Nick menghadapi sekawanan kukang slow-moving petugas DMV yang sudah dihadirkan di trailer menarik itu tetap bisa membuat semua pemirsanya tertawa pecah dan lebih lagi. Go take your loved ones to ‘Zootopia’, learn & laugh with them and enjoy every excitements! (dan)

~ by danieldokter on February 21, 2016.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: