KUNG FU PANDA 3: THE GREATEST CHI CALLED HEARTS

KUNG FU PANDA 3

Sutradara: Jennifer Yuh Nelson, Alessandro Carloni

Produksi: DreamWorks Animation, Oriental DreamWorks, China Media Capital, Shanghai Media Group, 20th Century Fox, 2016

Kung Fu Panda 3

            Selain ‘Shrek’ dan ‘Madagascar’, dengan hanya dua instalmen yang sudah menjadi franchise kuat, ‘Kung Fu Panda’, jelas adalah pundi-pundi terbesar DreamWorks Animation. Walau begitu, perlu waktu lumayan panjang juga bagi mereka buat melanjutkan franchise ini ke instalmen ketiga dari kabarnya, 6 film dalam rencana awalnya. Melebarkan sayap dalam bentuk co-production dengan Oriental DreamWorks, Shanghai-based division yang didirikan tahun 2012, juga bersama dua production company China besar lain, konten dari franchise yang punya nama Guillermo del Toro di salah satu produser eksekutifnya ini memang sangat chinese dibandingkan banyak animasi lain.

            Itu juga yang mungkin membuat cast utamanya, bukan hanya satu atau dua – tapi ensemble utamanya saja sudah diisi 6 bintang plus Dustin Hoffman sebagai Shifu, tetap bersedia untuk kembali. Begitu kuat memang fondasi franchise-nya dalam tatanan dan potensi box-office, hingga jadwal rilis belakangan di negara-negara Asia Tenggara yang sebenarnya beresiko digempur konten bajakan pun sama sekali tak mengganggu kemulusan peredarannya untuk melengkapi box office internasional. Dengan branding yang sudah kuat atas franchise itu, kita juga bisa melihat kekuatan visi DreamWorks sebagai salah kontender terbesar Disney di ranah animasi. ‘Kung Fu Panda 3’ yang sudah menarik banyak perhatian dengan teaser trailer yang membawa Po bertemu dengan ayahnya lewat serangkaian sekuens jenaka luarbiasa itu bukan juga lantas menjadi proyek sekuel aji mumpung, tapi berdiri di atas konsep kuat yang membawanya ke level baru petualangan para karakternya.

            Instalmen ketiga ini pun dimulai lewat pengenalan villain barunya, Kai (disuarakan oleh J.K. Simmons) yang berhasil mengalahkan Grand Master Oogway (Randall Duk Kim) di sana. Menguasai ‘chi’ (chinese term untuk energi alami yang dimiliki semua makhluk hjdup sebagai esensi) –nya Oogway, Kai berniat kembali ke alam nyata untuk menguasainya. Tentu saja, ia harus berhadapan dengan Po (Jack Black) yang sudah berstatus The Dragon Warrior, namun masih tak becus kala diserahi tugas oleh Shifu (Dustin Hoffman) buat mengajar rekan-rekannya. Po yang baru saja bertemu lagi dengan ayahnya, Li Shan (Bryan Cranston) atas sebuah petunjuk misterius dan menyadari spesiesnya masih ada di sebuah lokasi rahasia pun terpaksa menempuh takdirnya kala ambisi Kai berhasil mengalahkan dan mengambil chi orang-orang terdekatnya, meninggalkan hanya Tigress (Angelina Jolie) yang mendampingi Po bersama Li Shan dan ayah angkat Po, Mr. Ping (James Hong).

            Tak hanya dalam penanaman karakterisasi yang kuat, elemen-elemen yang ada dalam ‘Kung Fu Panda’ – dari Dragon Warrior sampai jurus – punchline andalan ‘Skadoosh’ masih menjadi fondasi kuat dalam keseluruhan storytelling-nya. Menggerakkan fokusnya ke keluarga Panda di atas hubungan ayah – anak Po dan Li Shan, skrip yang tetap ditulis oleh duo Jonathan Aibel dan Glenn Berger yang sudah sangat teruji di franchise-franchise animasi lain dari ‘Alvin and the Chipmunks’ ke ‘SpongeBob Squarepants’ layar lebar memang sedikit menggeser bagian ensemble lainnya – tetap disuarakan oleh Lucy Liu (Viper), Seth Rogen (Mantis), David Cross (Crane), Tigress (Jolie) dan Monkey (Jackie Chan) serta Shifu – untuk memberi fokus lebih ke Po sebagai titular character-nya.

            Begitupun, bukan berarti nafas franchise-nya menjadi kedodoran. Karakter Li Shan yang disuarakan oleh Bryan Cranston berhasil jadi pendamping baru yang kuat – membentuk love/hate chemistry bersama James Hong selain pastinya bersama Jack Black’s Po, dan juga sekumpulan karakter panda lain yang memang dijual paling gede di promonya. Ada Mei Mei yang disuarakan Kate Hudson hingga empat anak-anak Jolie; Pax, Knox, Zahara dan Shiloh Jolie-Pitt; yang walau tak mendominasi porsi ataupun juga terlalu kuat, tapi tetap bisa jadi faktor menarik buat menaikkan sisi fun dalam nafas komedi petualangannya. Masih ada pula Randall Duk Kim sebagai Oogway dan Jean-Claude Van Damme sebagai Master Croc, dan di atas mereka, J.K. Simmons sebagai Kai memang berhasil membawa ‘Kung Fu Panda 3’ ke level lebih tinggi dalam elemen-elemen perlawanannya. Dark and grittier, namun bukan juga berarti tak setia menggelar selipan-selipan komedi khas franchise-nya.

            Melengkapi jualan kultur chinese yang lebih kuat atas kolaborasi baru Oriental DreamWorks dengan jadwal rilis menyambut Tahun Baru China di negaranya – berikut Mandarin dubbed/subtitled  yang lebih luas dari instalmen-instalmen sebelumnya, komposisi scoring yang tetap dipegang Hans Zimmer juga menampilkan musisi terkenal mereka, pianis Lang Lang, cellist Jian Wang, Erhu/Chinese Fiddle virtuoso Karen Hua-Qi Ottosson plus Jay Chou dan Patrick Brasca, biduan Taiwan berdarah Kanada dan Imagine Dragons yang mengisi theme song internasionalnya, ‘I’m So Sorry’ bersama The Vamps dengan lagu klasik wajib film-film martial arts internasional ‘Kung Fu Fighting’.

            Namun hal terbaik dalam ‘Kung Fu Panda 3’ yang memang berhasil melampaui kualitas dua pendahulunya ini, selain tampilan animasi yang jauh lebih dinamis serta imajinatif di atas color pallette and schemes yang sangat, sangat impresif, belum lagi tambahan gimmick 3D-nya yang meski tak pernah terlalu popped up tapi terlihat menyatu dengan konsep baru itu, adalah esensi plot-nya. Berbicara soal ‘chi’ di balik filosofi kuat soal self-finding, how to discover your true-self beyond martial arts concept, Jennifer Yuh Nelson yang kali ini didampingi Alessandro Carloni – penggagas ide dua instalmen ‘How To Train Your Dragon’ bukan hanya membawa Po & co. ke ranah baru petualangan mereka, tapi sekaligus menemukan ‘chi’ terkuat franchise-nya dalam satu elemen paling juara. Bukan komedi atau aksi, tapi hati. (dan)

~ by danieldokter on March 15, 2016.

One Response to “KUNG FU PANDA 3: THE GREATEST CHI CALLED HEARTS”

  1. lumayan lucu filmnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: