THE BODYGUARD (特工爷爷): SLOW BURN DRAMA OVER ACTIONS

THE BODYGUARD (特工爷爷)

Sutradara: Sammo Hung

Produksi: EDKO Films, Focus Films, Irressistible Films, Good Friends Entertainment, Shanghai Tencent Qie Pictures, BDI Films, Lava Bear Films, 2016

The Bodyguard

            Bersama saudara seperguruannya, Jackie Chan dan Yuen Biao, Sammo Hung memang dikenal sebagai ikon film aksi Hong Kong. Namun beranjak ke usia yang sudah cukup lanjut, ia masih terus berkarya. Walau tanpa paras tampan di balik postur tambunnya, ia membuktikan bahwa kepiawaiannya beradegan laga masih tak lekang ditelan zaman. ‘The Bodyguard’ adalah film terbarunya yang cukup spesial karena setelah lama absen dari kursi sutradara (terakhir adalah ‘Once Upon a Time in China and Americaa.k.a.Kung Fu Master in America’ (1997); judul edar filmnya di sini), ia kembali menyutradarai sendiri film yang diproduseri Andy Lau dan awalnya diperuntukkan untuk Jackie Chan ini.

            Pensiun dari karirnya sebagai agen spesial di rejimen militer Beijing, Ding Hu (Sammo Hung) memilih hidup menyendiri di sebuah desa kecil perbatasan Cina – Rusia dan Korut. Trauma masa lalu berikut usianya yang menua membuatnya mulai menderita kepikunan, namun persahabatannya bersama anak perempuan kecil bernama Cherry (Jacqueline Chan), anak dari tetangganya, Li (Andy Lau) yang bermasalah dengan mafia lokal Choi (Feng Jiayi) kembali membuatnya harus mengerahkan sisa-sisa kekuatannya demi melindungi Cherry.

            Tak seperti premisnya yang kedengaran seperti aksi Kung Fu seru yang menampilkan trend bintang gaek kembali beraksi, ‘The Bodyguard’ ternyata lebih berupa sebuah drama yang bergerak pelan dengan nuansa film Korea yang lebih menonjolkan sisi artistik dari set dan pendekatan storytelling-nya ketimbang melulu komersil. Hubungan karakter utamanya dengan si anak perempuan yang menjadi konklusi penempatan judulnya, berikut ke beberapa karakter sampingan jauh lebih jadi fokus ketimbang adegan-adegan aksi yang menyelingi penceritaannya. Skrip yang ditulis oleh Kong Kwan juga menyemat selipan informatif setting-nya di titik perbatasan tiga negara dengan percampuran kultur itu dengan menarik.

           Begitupun, bukan berarti ‘The Bodyguard’ sama sekali tak punya adegan aksi. Sebagian sekuens perkelahian body combat-nya tetap menampilkan kepiawaian Sammo Hung beraksi dengan jurus-jurus khasnya namun digarap dengan sentuhan lebih realistis sesuai usianya. Boleh dibilang masih cukup seru meski ditambah beberapa efek slo-mo dan CGI organ impact yang sebenarnya tak terlalu diperlukan.

            Sementara nama-nama besar lain termasuk Andy Lau, meski memainkan karakternya dengan baik, juga tak mendapat porsi banyak di tengah cameo bintang-bintang Hong Kong lintas generasi di antaranya sineas/komedian Dean Shek, Karl Maka dan Tsui Hark yang dipenuhi nostalgia,  saudara seperguruannya Yuen Biao ,aktor Kung Fu kawakan Yuen Wah ke aktor muda Eddie Peng yang muncul sekelebat di guliran kredit akhir tanpa alasan, ‘The Bodyguard’ tetaplah lebih berupa sebuah drama yang tergarap baik serta cukup menyentuh ketimbang action. Hanya saja, bagi penonton yang mengharapkan sebuah comeback bertabur aksi, ini bisa jadi akan sedikit mengecewakan. (dan)

 

~ by danieldokter on April 18, 2016.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: