X-MEN: APOCALYPSE; PUZZLES, HINTS AND ENCLOSED ROLLER COASTER – 3D RIDE

X-MEN: APOCALYPSE

Sutradara: Bryan Singer

Produksi: Marvel Entertainment, Bad Hat Harry Productions, The Donners’ Company,  Hutch Parker Productions, Kinberg Genre, 20th Century Fox, 2016

Xmen Apocalypse

            9 instalmen dalam waktu 16 tahun – termasuk ‘The Last Stand’ yang tak lebih dari sampah, pantasnya dilupakan saja – dan kegagalan ‘X-Men Origins: Wolverine’ oleh resepsi kritikus dan unfinalized screener yang bocor di internet sehingga memupus excitement-nya – tentu tetap merupakan kesuksesan. Walau begitu, ‘Apocalypse’ ini secara timeline merupakan seri ketiga dalam kontinuitas universe peremajaan franchise-nya dan jadi terusan ‘Days of Future Past (DoFP)’ yang lebih berupa bridge untuk merombak blunder besar ‘The Last Stand’, dengan penggantian cast ke aktor-aktor yang lebih fresh. Selagi universe itu sudah punya ikon-ikon barunya, ‘Apocalypse’ menambah lagi deretan aktor-aktor muda sebagai cast-nya.

            Menyambung hint di after credits sceneDoFP’, ‘Apocalypse’ dimulai dengan introduksi ke En Sabah Nur (Oscar Isaac), mutan tertua dari zaman Mesir kuno yang bangkit lagi di tahun 1983 dan menjalankan misinya merekrut kaki tangan baru ‘The Four Horsemen’; mutan Storm (Alexandra Shipp), Psylocke (Olivia Munn), Angel (Ben Hardy) dan sasaran akhirnya; Erik Lehnsherr alias Magneto (Michael Fassbender) yang menghilang untuk memulai hidup baru setelah perpecahannya dengan Profesor Charles Xavier (James McAvoy) ke Polandia.

       Sementara Mystique (Jennifer Lawrence) membawa Nightcrawler (Kodi Smit-McPhee) ke sekolah mutan Charles bergabung bersama Cyclops (Tye Sheridan), Beast (Nicholas Hoult) dan Jean Grey (Sophie Turner), mereka menyelidiki keberadaan Sabah Nur lewat agen CIA Moira MacTaggert (Rose Byrne). Namun serangan Sabah Nur tetap tak bisa dicegah, apalagi ada gerakan antimutan dari militer William Stryker (Josh Helman) yang berniat menangkap mereka ke fasilitasnya. Dengan Quicksilver (Evan Peters), putra Magneto yang ikut bergabung untuk menyelamatkan ayahnya, pertempuran antara para mutan ini pun kembali pecah di tengah usaha Sabah Nur menguasai kekuatan mereka sekaligus menghancurkan dunia.

             Kembali ke tangan Bryan Singer setelah pembuka yang fresh dari Matthew Vaughn (‘First Class’), sejak ‘DoFP’ yang lebih berupa perbaikan keseluruhan, franchise ini memang seakan dibawa Singer kembali ke tradisi awalnya. Bersama skrip dari Simon Kinberg, pentolan Marvel di Fox, over his ups and downs in the Fox’s Marvel universe, crossover dan rombakan universe-nya mau tak mau memang menyisakan banyak puzzle yang jelas lebih bisa dipahami secara mendalam oleh tiap lapisan beda fans-nya sehingga mungkin punya dampak kecil ke guliran pace-nya.

          Selagi James McAvoy dan Michael Fassbender mengulang peran mereka yang makin solid atas love-hate relationship Prof. X / Charles Xavier dan Magneto, begitu juga karakter-karakter yang sudah muncul dari ‘First Class’ menjadi ikon franchise-nya, Jennifer Lawrence dan Rose Byrne serta Nicholas Hoult, Lucas Till dan mostly Evan Peters dari ‘Days of Future Past’ yang kembali mengulang scene-stealer quality-nya sebagai Quicksilver – dikemas pula sebagai ikon yang membawa sematan ‘80s pop culture yang seru dari homage-homage ke Atari, Pac-Man, Pinball bahkan The Six Million Dollar Man dan hit single ’80an EurythmicsSweet Dreams (Are Made of This)’, sayangnya sebagian cast muda barunya tak bisa menampilkan kualitas merata dengan mereka.

           Kecuali Tye Sheridan sebagai Scott Summers / Cyclops, salah satu karakter ‘X-Men’ terpenting yang sempat dirusak habis-habisan oleh Brett Ratner di ‘The Last Stand’, dan Sophie Turner dari ‘Game of Thrones’ sebagai Jean Grey, cast muda lainnya tergolong sangat lemah. Olivia Munn sebagai Psylocke mungkin sedikit tertutup oleh babe status dari kecantikan fisiknya, namun baik Kodi Smit-Mc-Phee yang jatuh kelewat annoying sebagai Nightcrawler dan Ben Hardy sebagai Angel – muncul dengan kuat di balik kemiripan sosoknya dengan Ben Foster di awal namun tertinggal di belakang setelahnya – tak cukup kuat. Yang terparah adalah Alexandra Shipp sebagai Storm. Bukan hanya karena cukup sulit menyaingi ikon yang sudah dibentuk Halle Berry, ia terlihat sama sekali tak punya ketangguhan sebagai salah satu rekrutan En Sabah Nur – yang diperankan cukup baik oleh Oscar Isaac di balik makeup namun memang terasa belum maksimal sebagai iconic villain seperti yang dipaparkan dalam skripnya. Sebagai William Stryker, Josh Helman juga terasa kelewat singkat.

        Begitupun, secara keseluruhan, walau masih ada kekurangan di skrip Kinberg, penyutradaraan Singer tetap bisa mengemasnya dengan menarik terutama lewat action seru plus tampilan 3D – sejauh ini paling baik di tahun ini – bak atraksi enclosed/indoor roller coaster di theme park, a really wild one, membuat re-introduksi itu bisa berjalan lancar bersama hint-hint karakter baru sekaligus kejutan-kejutan wajib ala franchise-nya yang paling ditunggu dari penampilan singkat Hugh Jackman. Masih ada juga komposisi main theme yang paling memorable dari keseluruhan franchise-nya oleh John Ottman.

             So, ini memang akan terpulang lagi pada banyak persepsi berbeda dari fans dan para pemirsanya. Selagi generasi terdahulu akan tetap menganggap ‘X-2’ sebagai titik kulminasi franchise-nya sementara tetap banyak yang memilih ‘First Class’ sebagai ultimate benchmark, Singer tetap membawa ‘Apocalypse’ ke pencapaian terdekat dengan dan nyaris seseru ‘X-2’ dengan blend elemen-elemen yang ada. Namun satu yang jelas, dengan hit and miss itu, bersama hint menarik yang disisipkan ke kejutan penampilan Hugh Jackman serta after credits scene-nya, kelanjutan franchise berikut instalmen soloX-Men’ masih akan terbentang sangat panjang ke depannya nanti. (dan)

 

~ by danieldokter on May 22, 2016.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: