TEENAGE MUTANT NINJA TURTLES: OUT OF THE SHADOWS; SAME SEQUEL, DIFFERENT FLAVOR

TEENAGE MUTANT NINJA TURTLES: OUT OF THE SHADOWS

Sutradara: Dave Green

Produksi: Nicklodeon Movies, Platinum Dunes, Gama Entertainment, Mednick Productions, Smithrowe Entertainment, Paramount Pictures, 2016

TMNT 2

            Unless you’re really a hater, jangan bilang ‘Teenage Mutant Ninja Turtles’, ‘TMNT’, ‘Ninja Turtles’ atau apapun sebutannya, adalah sebuah adaptasi sia-sia. Mau berapa kali pun di-reboot, tak peduli adaptasi sebelumnya punya ups and downs, baik dari resepsi  kritikus maupun box office, alasannya tetap kuat. Satunya karena teknologi sinema terus berkembang untuk pendekatan lebih grande, while the bottom line, tentu saja – franchise TMNT sama sekali belum mati. Melalui berbagai generasi, ini masih jadi jagoannya Nicklodeon dari animasi, video games, berbagai toy lines hingga pernak-pernik merchandising lainnya.

            Lalu, di tangan Platinum Dunes-nya Michael Bay yang berdiri di balik adaptasi barunya tahun 2014, perolehan box office-nya jelas punya potensi pengembangan. Merenovasi tampilan Ninja Turtles dan karakter-karakternya menjadi lebih sinematis dengan VFX up-to-date plus Megan Fox sebagai April O’Neil, film arahan Jonathan Liebesman itu bisa diracik menjadi popcorn flicks yang seru dalam mengenalkan kembali asal-usul karakter franchise fenomenalnya ke pemirsa baru, sementara terhadap fans lamanya, a huge trip down their memory lane. Sisanya adalah haters, baik ke Ninja Turtles ataupun Michael Bay, yang memang tak pernah jadi sasaran tembak filmnya. So, why bother?

           Walau diberi sub judul berbeda, skrip yang tetap ditulis Josh Appelbaum dan André Nemec (minus Evan Daugherty) kini membawa storyline-nya sama dengan sekuel adaptasi pertama di tahun 1991, ‘The Secret of the Ooze’ yang jelas dikenal baik oleh fans source aslinya. Namun treatment-nya jelas tak sama. Jika versi lamanya justru menghilangkan karakter Casey Jones, ‘Out of the Shadows’ justru mulai memperkenalkannya untuk dikolaborasikan bersama April dan karakter Vernon ‘Vern’ Fenwick yang absen di adaptasi ’90-an. Lantas ada juga Bebop dan Rocksteady yang atas masalah copyrights terpaksa mengalami penggantian nama di ‘The Secret of the Ooze’, dan tentu saja ‘Krang’ sebagai villain penting yang juga dulunya absen. Plus homage kecil ke rapper Vanilla Ice yang menjadi salah satu jualan terbesar sekuel tahun 1991 itu, ‘Out of the Shadows’ memang menyemat Ooze part dan storyline-nya secara lebih setia terhadap source-nya.

            Setahun setelah menghadapi Shredder (Brian Tee), kura-kura ninja Leonardo (both voiced  & motion captured by Pete Plotzek, bukan lagi Johnny Knoxville di voiceover-nya), Raphael (Alan Ritchson), Michelangelo (Noel Fisher) dan Donatello (Jeremy Howard) mulai jengah terus menyembunyikan identitas mereka di balik jasa besar yang jatuh ke Vern Fernwick (Will Arnett). Ini mau tak mau memunculkan perpecahan di antara mereka. Sementara pemindahan Shredder ke penjara baru diintervensi oleh duo kriminal Bebop (voiced & motion captured by Gary Anthony Williams) dan Rocksteady (Sheamus) dengan bantuan ilmuwan Baxter Stockman (Tyler Perry) yang bekerja di bawah organisasi jahat Foot Clan dan menyiapkan pelarian melalui teleport ke dimensi lain. Petugas polisi Casey Jones (Stephen Amell) pun terpaksa bergabung bersama April dan empat sekawan ini buat mencegahnya, apalagi terbukanya portal ke dimensi baru itu memberi jalan buat alien warlord Krang (voiced & motion captured by Brad Garrett) untuk mengacaukan bumi.

             Dengan penyutradaraan yang beralih pada Dave Green, sutradara videoklip yang tahun lalu baru memulai debutnya lewat sci-fi kecil tapi bagus ‘Earth to Echo’, ‘Out of the Shadows’ memang masih bermain-main di resep dan wilayah yang sama dengan pendahulunya. Bedanya, dengan lebih banyak penambahan karakter, turnover abu-abu/oportunis Fenwick yang diperankan Will Arnett serta layer konflik internal Ninja Turtles termasuk kemunculan villain baru Krang sebagai pendamping Shredder dengan motivasi lain, penceritaannya memang jadi sedikit lebih rumit ketimbang sekedar introduksi asal-usul di film pertama.

          Ada sedikit masalah pada pace-nya di bagian-bagian awal, namun bisa tertutupi oleh tampilan karakter yang cukup remarkable sekaligus membentuk interaksi bagus dalam batasan-batasan popcorn flicks sejauh yang diperlukan. Bersama format baru Ninja Turtles plus guru/ayah mereka Splinter (masih tetap disuarakan oleh Tony Shalhoub / now motion captured by Peter D. Badalamenti), duo mutan kriminal  Bebop & Rocksteady yang dimainkan oleh aktor TV Gary Anthony Williams serta wrestler profesional Sheamus bisa memberi sentuhan komedi komikal yang pas, sementara Stephen Amell, walau tak pernah sebaik Elias Koteas di adaptasi ’90-an-nya, cukup berhasil menokohkan Casey Jones lewat introduksi dan turnover karakternya dengan baik.

          Sebagai April O’Neil, tentu tak ada yang bisa memfokuskan dayatarik Megan Fox selain Bay sebagai produsernya, dan Will Arnett juga dimunculkan lewat proses yang sama dengan character arcs dan development di serial animasi aslinya. Masih ada bonus dari penampilan aktris senior Laura Linney sebagai atasan Casey Jones.

        Namun kekuatan terbesarnya tetaplah ada pada action showcase yang dihadirkan Green bersama Michael Bay. Walau tak pernah jadi full – nonstop boom-bang seperti ‘Transformers’, ada highlight-highlight action scenes dan VFX yang terasa sangat Bay termasuk scoring Steve Jablonsky, terutama di adegan jagoan Brazil plane crash yang menggantikan kehebohan snowboarding action di film pertama, tetap di balik gimmick eye popping 3D yang seru.

          Ini, lagi-lagi memang jadi titik terpenting kemasannya secara keseluruhan. Popcorn superhero flicks yang meriah seperti jargon legendaris ‘Cowabunga’, dan sisanya adalah pilihan untuk menyemat nods lebih setia ke source material-nya. Same sequel, different flavor, a more decent Ooze storyline. Unless you’re really a hater, either to the source or Bay, tak ada alasan untuk tak bisa menikmati sepak terjang para kura-kura ninja ini serenyah seporsi pizza yang lezat dengan topping lengkap. Cowabunga! (dan)

~ by danieldokter on June 15, 2016.

One Response to “TEENAGE MUTANT NINJA TURTLES: OUT OF THE SHADOWS; SAME SEQUEL, DIFFERENT FLAVOR”

  1. […] Source […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: