THE CONJURING 2: A SOLID, SCARY AND FUN HORROR SEQUEL

THE CONJURING 2

Sutradara: James Wan

Produksi: New Line Cinema, The Safran Company, RatPac-Dune Entertainment, Warner Bros Pictures, 2016

Conjuring 2

            Lebih dari genre superhero, horor adalah salah satu komoditas panas Hollywood yang tak pernah mati. Tapi James Wan memang spesial. Sineas berkewarganegaraan Malaysia yang juga sudah melangkah ke genre lain dalam ‘FF7‘ tempo hari punya signature-nya sendiri sebagai talenta terdepan dalam genre horor yang bukan saja meledakkan perolehan box office, tapi juga resepsi kritikus yang sejalan. Selain ‘Insidious’, ‘The Conjuring’ yang baru saja melangkah sebagai franchise lewat sekuelnya ini kembali melanjutkan petualangan pasangan suami istri cenayang dan investigator paranormal The Warrens lewat kasus-kasus mereka yang diangkat dari kejadian nyata.

            ‘The Conjuring 2’ membawa kita pada kasus yang dikenal sebagai The Enfield Poltergeist di Inggris 1977 dimana Janet (Madison Wolfe), putri termuda single mother Peggy Hodgson (Frances O’Connor) terasuki arwah Bill Wilkins (Bob Adrian), pemilik rumah mereka sebelumnya. Keanehan-keanehan yang terjadi mulai membahayakan jiwa sekeluarga Hodgson atas asumsi bahwa arwah Bill tak senang atas keberadaan mereka. Ed & Lorraine Warren (Patrick Wilson & Vera Farmiga) yang baru saja mendokumentasikan kasus ‘The Amityville Murders’ setahun sebelumnya pun ditugaskan untuk menyelidiki kasus ini bersama dua investigator paranormal Maurice Grosse (Simon McBurney) dan Anita Gregory (Franka Potente) yang mencium adanya kemungkinan penipuan, sementara Lorraine sejak awal sudah mendapat visi buruk tentang sebuah pertanda sekaligus keselamatan Ed.

            Satu hal yang membuat horor James Wan bergerak dalam batasan beda dari film-film lainnya bukan hanya kepiawaiannya membangun kengerian lewat atmosfer, tapi bentukan karakter yang cermat dalam kaitan-kaitan motivatif hingga ke detil-detil elemennya, juga pendekatan soal ikatan keluarga. Selagi film pertamanya langsung bertengger dengan status klasik sekuat horor legendaris seperti ‘The Exorcist’, ‘The Shining‘ atau ‘The Omen’ lewat homage ke nuansa ‘70an termasuk eerie scoring Joseph Bishara tanpa harus boros menakut-nakuti lewat penampakan – oh yes, if there’s ever such things called instant classics, ‘The Conjuring’ adalah salah satu contoh nyatanya, dan sekuel ini memang sedikit berbeda.

            Namun di situ juga Wan menggagas sekuelnya jadi tak hanya sekedar sebuah repetisi kisah petualangan The Warrens sebagai layer paling dasarnya. Selagi atmosfer horor ’70-an itu tetap diadopsinya lewat permainan art, props hingga segala pop kultur era-nya (ada ‘London Calling’ dari The Clash serta ‘I Started a Joke’-nya Bee Gees), Wan menghadirkan elemen-elemen teknis yang membuat ‘The Conjuring 2’ tak sekalipun jatuh ke ranah yang biasa. Shot-shot-nya lewat sinematografi Don Burgess sangat fantastis, termasuk satu yang terbaik dalam bangunan scary ambience serta psychological impact di adegan interview Ed dengan Janet yang memancing rasa takut kita di balik latar-latar mati yang terasa ikut menghantui, sound design-nya juga cermat. Tetap ada permainan jump scares, namun dibesut Wan dengan effort-effort editing beda serta sangat berkelas.

            Secara perlahan, dengan kekuatan-kekuatan ini, Wan mengarahkan pace-nya dengan intensitas mendaki kemudian dilepas bak sebuah wahana rollercoaster yang seram sekaligus seru. Dan ia tetap menarik batas yang semakin memperkuat interaksi The Warrens dengan klien-nya sebagai kekuatan terdepan, sebagaimana halnya yang ia lakukan dalam ‘The Conjuring’ sambil menaikkan level koneksi pemirsanya terhadap The Warrens termasuk menyemat elemen romansa mendalam lewat baris-baris lirik lagu klasik Elvis PresleyCan’t Help Falling In Love’ secara relevan menjadi konklusi kuat, tak biasa sekaligus menyambung antitesis ending klise film-film horor rata-rata. Kontradiksi skepticism dan relijiusnya pun tetap tergelar dengan kuat seperti sebuah whodunit detective thriller.

        Ini semua bukan masalah gampang. Ada banyak horor yang baik, namun yang membuat penontonnya benar-benar bisa terhubung dan begitu peduli ke nasib karakter utamanya, itu tak banyak. Dan chemistry Patrick Wilson dan salah satu pilihan terbaik Wan atas karakter Lorraine ke Vera Farmiga juga terbentuk semakin baik di sini, sementara effort-nya menggamit aktris-aktris bagus yang nyaris terlupakan, sama seperti Lili Taylor dalam film pertama, kembali terlihat lewat Frances O’Connor di sini. Masih ada kemunculan singkat dari Franka Potente dan sebagai sentral terornya, Madison Wolfe juga bermain baik sekali sebagai Janet.

            Lantas, salah satu persyaratan horor yang remarkable lewat tampilan ultimate demons; demonic villain yang dengan cepat bisa menyebar seperti viral promotion baik lewat sosmed ataupun word of mouth, juga terpenuhi. Wan tetap memanfaatkan Javier Botet sebagai salah satunya, namun diperankan oleh Boonie Aarons, walau kabarnya tampilan karakternya baru digagas secara final menjelang reshoots tahap akhir, lihat seperti apa karakter demonic nun bernama Valak itu langsung menyita perhatian begitu banyak orang, persis seperti apa yang mereka tampilkan lewat Annabelle di film pertama, sama-sama pula bersama potensi spinoff-nya nanti, tak peduli bagaimanapun hasilnya.

           So, membangun sebuah ketakutan dalam genre ini mungkin biasa, namun jarang-jarang sebuah horor mau repot-repot berusaha tampil di kelas yang beda dari semua sisi penggarapannya. Itulah yang dilakukan Wan dalam membangun signature spesialnya dalam genre horor. Seru, menyeramkan tanpa harus kehilangan kedalaman, ‘The Conjuring 2’ mungkin tak se-klasik predesesornya, tapi dengan gagasan-gagasan yang justru mendalami character-arcs serta kelebihan teknis yang tetap dipertahankan, ia tetap jadi sebuah sekuel horor paling solid yang pernah ada. (dan)

 

~ by danieldokter on June 20, 2016.

2 Responses to “THE CONJURING 2: A SOLID, SCARY AND FUN HORROR SEQUEL”

  1. Valak….!!!!

  2. y memang sebuah sequel yg solid, krn cast kesuksesan film pertama masih dipertahankan. Plng suka wkt adegan Valak yg meneror Loraine lukisan sosok seperti Valak yg dilukis suaminya. kl The Conjuring 3 nt mmng akan dibuat, smg castnya td dirubah, krn bs2 sprti Insidious cptr3 yg berantakan itu krn sdh tdk ditangani James Wan lg. Valak rencananya jg akan dibikin spin-offnya, smg kualitasnya tdk sprti Annabel hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: