THE SECRET LIFE OF PETS: AN IRRESISTIBLY CUTE ‘PET STORY’

THE SECRET LIFE OF PETS

Sutradara: Chris Renaud

Produksi: Illumination Entertainment, Universal Pictures, 2016

The Secret Life of Pets

            Hanya dengan ‘Despicable Me’ yang mempopulerkan karakter Minions lebih daripada franchise aslinya sendiri sejak instalmen kedua, Illumination Entertainment yang menjadi divisi animasi Universal Studios melejit menyamai saingan terberatnya di luar Disney – Pixar, DreamWorks. Banyak dipandang sebelah mata oleh kalangan kritikus dengan instalmen solo ‘Minions’-nya, ‘The Secret Life of Pets’ agaknya menjadi jawaban mereka, bahwa di luar ‘Minions’ yang sering dianggap kekanak-kanakan dan no-brainers itu, mereka bisa menghasilkan sesuatu yang lebih lagi.

            Seperti yang kita saksikan di trailer-nya yang menarik perhatian sejak lama,  animasi arahan Chris Renaud ini mengetengahkan tingkah polah binatang-binatang peliharaan di saat ditinggal majikannya bekerja sehari-hari. Max (disuarakan Louis C.K.), anjing terrier milik Katie (Ellie Kemper) yang selalu berinteraksi dengan tetangga-tetangganya termasuk kucing Chloe (Lake Bell) selagi diam-diam disukai anjing pom-pom Gidget (Jenny Slate) tanpa disadarinya, merasa keberatan kala Katie membawa pulang mongrel Duke (Eric Stonestreet) yang langsung mengancam eksistensinya. Persaingan mereka ternyata berlanjut pada kekacauan yang membuat keduanya tertangkap dinas penangkap hewan liar dan terjebak ke kawanan peliharaan anti-manusia pimpinan kelinci jahat Snowball (Kevin Hart) yang menyiapkan revolusi bersama kawanannya. Gidget pun mengajak Chloe dan kawan-kawannya lewat bantuan rajawali lapar Tiberius (Albert Brooks) yang bersedia menolong dengan maksud tersembunyi.

            Langsung diganjar rencana sekuel di 2018 atas sambutan besar dari box office sekaligus kritikus, ‘The Secret Life of Pets’ memang punya potensi hebat dari skrip Brian Lynch, Cinco Paul dan Ken Daurio. Oh ya, di balik banyak tuduhan yang tak juga bisa dibantah atas similaritasnya ke ‘Toy Story’, namun sebenarnya tak hanya itu, ‘The Secret Life of Pets’ memang dibangun dengan ‘been there, done that elements. Elemen buddy movie dalam animasi memang sudah sejak lama jadi resep bahkan jauh sebelum ‘Toy Story’ termasuk juga ‘Monsters, Inc.‘ hingga ‘Zootopia’ walaupun karya Pixar tentang mainan bak hewan peliharaan itu jadi salah satu momentum terpenting yang juga punya pendekatan mirip di sini. Ide revolusi radikal, interaksi sekelompok karakter dengan latar sama namun punya maksud-tujuan berbeda dalam penelusuran lapisan sosial dan sempalan love story-nya pun begitu. Sementara, caranya membuat interaksi dan pengenalan para hewan peliharaan sebagai group of central characters di tengah core buddy movie juga menyenggol ‘Zootopia’, dan kisah sehari petualangan hewan peliharaan mengelabui majikannya – bukan pula hal baru – bahkan sudah nyaris jadi template buat tema-tema serupa.

         Tapi toh rasanya tetap terlalu sempit buat mengatakan sesuatu yang dibangun di balik unoriginal elements itu selalu salah. Ide Renaud dkk. paling tidak memiliki kejelian serta kreativitas lebih. Bukan saja karena tema pets dalam sebuah fabel memang menarik hati banyak orang – apalagi sekarang, tapi plot berlapis yang diusungnya – dari komedi ke love story hingga buddy action, bahkan lebih lebar dari tiap source inspirasinya – bayangkan dua atau tiga instalmen ‘Toy Story’ dikemas dalam plot dengan timeline sehari, selain terasa aktual, akrab dan disampaikan dengan begitu lancar, memang dengan berani menyentuh ranah segala umur yang di satu sisi tak membuat pemirsa dewasa merasa kekanak-kanakan, sementara sisi fun dan komedi yang masuk ke pemirsa belia juga bisa dipertahankan.

            Di luar itu, kekuatan utamanya jelas ada pada bangunan karakternya dalam usaha-usaha merchandising yang jitu, termasuk variasi pilihan ke voice actors-nya. Begitu banyak karakter yang ditampilkan, bahkan lebih dari keberhasilan ‘Zootopia’ sebagai pembanding dekatnya, tak satupun yang lantas tertinggal jadi sampingan tak penting. Semua seakan berusaha menarik perhatian lewat pengarahan Renaud bersama Yarrow Cheney ke tengah-tengah petualangan seru dan lucu yang mereka tampilkan plus scoring Alexandre Desplat dan lagu-lagu pengisi OST yang bagus termasuk ‘Lovely Day’-nya Bill Withers yang ditempatkan dengan pas di rangkaian adegan pengujungnya. Selagi Max dan Duke disuarakan oleh Louis C.K. dan Eric Stonestreet yang lebih dikenal pemirsa serial TV, aktor-aktor lebih well known secara universal dari Kevin Hart, Steve Coogan, Lake Bell, Dana Carvey, Jenny Slate hingga Albert Brooks berinteraksi begitu menarik untuk menghidupkan karakternya masing-masing.

          Dan di atas semuanya, ‘The Secret Life of Pets’ tetap tak kehilangan hati di tiap titik terujungnya. Seperti satu serial karakter mainan yang membuat pembelinya bingung mau memilih yang mana, bentukan karakternya memang digagas dengan cermat di atas keseimbangan kuat. Fun, full of excitements and irresistibly cute, too. Salah satu animasi terbaik tahun ini yang tanpa diduga bisa bertengger menjadi animasi non Disney terlaku mengalahkan ‘Kung Fu Panda’-nya DreamWorks. Dan itu, jelas artinya bagus. (dan)

~ by danieldokter on August 31, 2016.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: