THE WEDDING RINGER : A DUMB FUN BUDDY COMEDY WITH HOLLYWOOD’S NEW PAIR

THE WEDDING RINGER

Sutradara: Jeremy Garelick

Produksi: Miramax, Lstar Capital, Will Packer Productions, Screen Gems, 2015

the wedding ringer

            Over generations, Hollywood agaknya masih terus mencari pasangan-pasangan baru dalam genre komedi. Setelah Tatum dan Hill di ’21 Jump Street’ dan kemarin Jake Johnson dan Damon Wayans, Jr. dalam ‘Let’s Be Cops’, sekarang ada Kevin Hart dan Josh Gad dalam ‘The Wedding Ringer’. Kevin Hart mungkin sudah lebih dulu melaju sebagai komedian lewat ‘Ride Along’ yang sudah bakal jadi franchise, namun Josh Gad, walaupun filmografinya mengisi comedic character sudah cukup banyak, rata-rata masih dikenal sebagai pengisi suara Olaf the Snowman dalam ‘Frozen’.

            Sutradara Jeremy Garelick pun sekilas bukan benar-benar sudah kredibel dalam genrenya. However, walaupun memulai karir sebagai asisten Joel Schumacher dari ‘Tigerland’, ‘Bad Company’ ‘Phone Booth’ hingga 2nd unit directorVeronica Guerin’ dan ada dibalik romcomThe Break Up’ sebagai penulis, tapi sebenarnya ikut menulis ulang draft final ‘The Hangover’ bersama Todd Phillips. Di subgenre wedding romcom yang jelas rata-rata berisi chaos comedy, dalam ‘The Wedding Ringer’, bersama mitranya Jay Lavender, Garelick seolah menggabungkan ide yang sudah kita lihat dalam ‘I Love You Man’ dan ‘The Wedding Planner’ (atau sedikit elemen Martin Short dalam ‘Father of The Bride‘ yang disini dijadikan referensi dalam dialognya). Tentu tak mengapa, sejauh bisa jadi racikan baru yang kreatif. Dan nanti dulu soal perolehan box office-nya yang cukup bagus di masa-masa sepi sebelum summer, namun persyaratan terpentingnya jelas. How Hart and Gad lived up their chemistry, dan kemudian membangun kelucuannya sebagai sebuah buddy comedy.

            Menjelang pernikahannya dengan Gretchen Palmer (Kaley Cuoco-Sweeting), pengacara pajak sukses Doug Harris (Josh Gad) kelimpungan karena ia baru menyadari selama ini ia tak punya sahabat dekat buat diajak menjadi best man. Untunglah ada Jimmy Callahan (Kevin Hart), penggagas agensi ‘The Best Man Inc.’ Yang menyediakan jasa penyewaan best man. Atas saran party planner-nya, Edmundo (Ignacio Serrichio), Harris pun menyewa jasa Callahan, serta memintanya menyediakan paket ‘Golden Tux’ berisi tujuh orang pendamping pria untuk dipasangkan ke pendamping wanita. Permainan rekayasa ini pun dimulai dengan identitas baru Callahan sebagai sahabat lama Harris, seorang pendeta militer bernama Bic Mitchum, lengkap bersama ketujuh kru nyeleneh yang sebagian didapatnya dari audisi sama nyelenehnya. Eksesnya tentu saja kekacauan demi kekacauan yang mulai terjadi dan siap meledak menjelang hari –H pernikahan itu, namun sekaligus mulai mengaburkan hubungan Harris dan Callahan diantara bisnis dan persahabatan.

            So you see. Ide yang ada dalam premisnya bisa jadi sangat fresh, tapi memang tumpah ruah baik buat membangun step-step komedi diatas chaos situations sekaligus buat menyemat moral-moral tentang cinta dan persahabatan. Setup-nya bukan tak bagus, hanya saja tak mampu membentuk blend yang baik antara sick jokes, sometimes really sick, dengan heart factors yang sama-sama bertaburan di sepanjang film. Masih ada hit and miss dalam komedinya, walau kebanyakan bukan tak mampu memancing tawa cukup gila-gilaan, tapi sedikit terlalu gila hingga menekan kewajaran dari bangunan situasinya, dan tak cukup juga memberi justifikasi terhadap beberapa karakternya, termasuk melencengkan balance antara romance dengan comedy tone-nya. Yes it’s dumb, but still fun.

            But however, chemistry Kevin Hart dan Josh Gad masih cukup mampu menyelamatkan kekurangannya. Biar tak sempurna dan terlihat mendaki dari awal menuju bagian-bagian akhir yang semakin baik, masing-masing terlihat tahu benar porsi mereka punya fungsi dimana. Pemeran pendukungnya juga terbagi dengan cukup baik. Selagi bulan-bulanan secara fisik serta gestur buat memancing komedinya dialamatkan pada kru Callahan yang diperani oleh Corey Holcomb, Collin Kane, Jorge Garcia, Affion Crockett, Alan Ritchson, Aaron Takahashi dan Dan Gill dengan detil karakter yang oke, bintang-bintang pemanis untuk penekanan romance dalam romcom-nya; Olivia Thirlby, Nicky Whelan dan Kaley Cuoco-Sweeting, meski agak tertinggal oleh sisi komedinya masih bisa bekerja dengan cukup baik. Sementara aktor senior yang lebih dikenal seperti Mimi Rogers dan Cloris Leachman tak lebih hanya sebagai pelengkap, dan masih ada penampilan singkat Josh Peck dalam salah satu adegan yang cukup penting.

            Selebihnya, ‘The Wedding Ringer’ memang lebih didominasi oleh komedi ketimbang romance dimana presentasi ‘wedding’ dalam judulnya, yang meski jadi elemen penting dalam plot-nya tak lagi punya celah buat dieksplor lebih jauh, begitu juga elemen bromance yang berkali-kali gagal untuk dibuat lebih menyentuh. Packaging-nya memang seolah mengarah ke romcom, namun kontennya jauh cenderung ke sebuah pure buddy comedy. Namun untungnya, di sisi ini, selain komedinya memang lucu, chemistry mereka juga tergolong bagus. Mungkin masih perlu beberapa film lagi untuk benar-benar bisa memastikan bahwa Hart dan Gad adalah pasangan komedi yang solid, tapi paling tidak, ini adalah sebuah awal yang menyenangkan. (dan)

~ by danieldokter on March 1, 2015.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: